Kendeng dan lawu
menolak rupa
Biarkanlah aku tetap menjadi alam yang terus memberikan
manfaat bagi semua
Bebaskan gerakku dan biarlah aku mengeksploitasi sendiri
lestariku
Aku mampu sendiri tanpa harus kau bantu
Alamku adalah naluriku
Naluriku adalah gerak ku
Pabrik semen yang kau rancang
Geothermal yang kau gadang
Hanya akan mengusik ketenangan rakyatku
Hanya membuat gelisah ribuan ummat
Biarkanlah aku bergerak sendiri
Tanpa harus kau tanami alam asriku
Tak suka kah kau lihat aku menjadi obyek pendakian (lawu)
Tak maukah goa, mata airku, keindahanku termashurkan
(kendeng)
Aku tak selemah anggapanmu
Aku tak serapuh anganmu
Aku adalah alam yang menopang kehidupan semua
Aku adalah alam yang kau jadikan keluhanmu
Dan akulah alam yang tak mati-mati memberikan kehidupan
Terlepas konflik sengkete pro dan kontra
Aku menolak semua
Sengketa darah, lahan pembebasan, dampak alam, demo massa,
reaksi masyarakat
Dan semua aku menolak rupa
Aku lebih tenang dengan diriku sendiri (kendeng)
Akupun lebih nyaman dengan pribadiku sendiri (lawu)
Semuanya enyahlah jika kau tak mampu bersanding denganku
Aku lebih kuat di banding campur tangan dan ocehanmu
(kendeng & lawu)
Aku lebih berdikari daripada bangsamu
Karena bangsamu telah lama aku topang dalam kelemahan
Dan semuanya, kendeng & lawu menolak rupa.
Aku benci keangkuhanmu
Aku durhakai keserakahanmu
Aku lenyapkan sifat-sifat naifmu
Dalam kecewa alamku
Semuanya tak lebih hanya sekedar belatung
Mengerang dan melelet ketika panas menyengat
Bagaimana saudara-saudaraku ketika murka
Tak belajarkah kau atas yang terjadi dengan keluargaku
Lapindo, krakatau, kelud, merapi, sinabung,
Semua murka tak lain karna kelalaianmu
Hukum alam selalu pilu dalam hidupmu
Dan sekali lagi,
Kendeng dan lawu menolak Rupa
Aku benci keangkuhanmu
Aku durhakai keserakahanmu
Aku lenyapkan sifat-sifat naifmu
Dalam kecewa alamku
Semuanya tak lebih hanya sekedar belatung
Mengerang dan melelet ketika panas menyengat
Bagaimana saudara-saudaraku ketika murka
Tak belajarkah kau atas yang terjadi dengan keluargaku
Lapindo, krakatau, kelud, merapi, sinabung,
Semua murka tak lain karna kelalaianmu
Hukum alam selalu pilu dalam hidupmu
Dan sekali lagi,
Kendeng dan lawu menolak Rupa
----- Pena Alam Raya -----
No comments:
Post a Comment