Saturday, 22 August 2015

Puisi untuk Bunda


BUNDA

Jalan berliku berjuta cabang.....
Selalu terpilih meski tak jadi pilihan,

Jalan ujung yang tak berujung..... 
Sertai langkah dalam drama kehidupan,

Rintih resah selalu tersirat,
Nampak pada wajah bunda menahan derai air mata,
Meski tak pernah terucap,
Namun terlihat dari bahasa bisu  berisyarat,

Begitu mulia hati bunda....
Berhati jernih tanpa pamrih,
Senyum dan lesung munyil di pipi sang buah hati,
Menghapus semua letih dan keluh setiap hari,
Terkisah indah bak cerita pelangi pagi,

Ohh......Bunda tercinta,
Segudang cinta yang telah kau berikan,
Dari cawan kasih yang kau haturkan,
Jadikan aku tau dengan kehidupan ini,

Ohh......Bunda tersayang,
Hembusan nafas pada kehidupan,
Kanku abadikan,hanya untukmu seorang,
Walau hanya sekejap senyuman,
Walau hanya sebuah harapan,
Aku ikhlas meski nyawa jadi taruhan,


No comments:

Post a Comment

Hukum Pidana Islam Di Terapkan Di Indonesia

Hukum Pidana Islam Dari Kaca Mata Ke-Indonesiaan             Indonesia adalah Negara kesatuan dari berbagai macam perbedaan dan kera...

Populer