Sunday, 2 April 2017

Petaniku

Petani Desa

Kau terlalu sibuk dengan sawah dan padi milik majikanmu
Sampai kau lupa dengan perut kosongmu
Bahkan kau tak pernah hiraukan warna hitam kulitmu
Dan paling parah, kini tulangmu telah nampak di hadapan mata

Kau begitu kurus sekali petaniku
Kau nampak begitu lelah dengan kesibukanmu
Keringat bercucuran bercampur sengal nafas yang tak beraturan
Kaki penuh lumpur mengendap kering di setiap kulitmu
Tangan kasar sebab kasihmu yang penuh hanya untuk merawat padi-padi itu

Apa kau tak pernah sejenak untuk mengambil waktu istirahat
Ataukah kamu benar-benar tak diberikan waktu untuk sedikit istirahat?
Begitu malang nasibmu petaniku

Kini senja  sudah mulai menyapa
Pulanglah dan bahagiakan anak beserta isterimu di rumah
Kembalilah ke pemondokan keluarga kecilmu
Kedatanganmu telah ditunggu dan diharapkan

Jangan kau habiskan hari ini dengan kesibukan yang tak pasti kau menyapa esok hari
Sesekali tengoklah dan pulanglah
Kebahagiaanmu adalah keluargamu
Karena keluargamu tak lebih penting dibanding upah kerjamu

-Rafahil-


Yogyakarta, 02 April 2017

No comments:

Post a Comment

Hukum Pidana Islam Di Terapkan Di Indonesia

Hukum Pidana Islam Dari Kaca Mata Ke-Indonesiaan             Indonesia adalah Negara kesatuan dari berbagai macam perbedaan dan kera...

Populer