Monday, 27 March 2017

Student Government Pembentuk Karakter



Student Government Pembentuk Karakter

Wadah organisasi intra mahasiswa dalam kampus disebut Student Government. Kampus sering diibaratkan seperti miniatur negara, sedangkan fakultas bagai provinsi. Cukup jelas menggambarkan suatu pemerintahan kecil yang dikelola oleh mahasiswa. Lalu, perlukah adanya Student Government?
Kiprah Student Government dalam kampus sangat penting keberadaannya. Gelar “maha” di depan kata “siswa” bukan hanya sebuah kata tanpa makna, namun memiliki filosofi yang harus dipahami oleh kaum muda. Apalah artinya mahasiswa jika hanya bisa mengkritik tanpa memberi solusi.
Apalah guna mahasiswa jika hanya bisa diam? Lalu untuk apa adanya mahasiswa? Seorang maha di antara para siswa yang harusnya menjadi pemimpin dan panutan yang baik bagi lainnya. Mental menjadi benar dan berani, inilah yang sekarang dibutuhkan oleh mahasiswa, generasi penerus bangsa.
Keberanian tanpa kebenaran hanya akan menyesatkan dan kebenaran tanpa keberanian hanya akan dibodohi. Mental berani dan benar ini tidak menjadi bahasan dalam mata kuliah internal di kampus, pengembangan mental hanya akan terbentuk dari organisasi, di mana kita harus siap dipimpin dan siap memimpin.
Setiap mahasiswa adalah pemimpin, pemimpin bagi diri sendiri sebelum dapat memimpin orang lain. Mahasiswa adalah generasi yang akan menyongsong masa depan cerah dan menjadi sosok pemimpin yang amanah. Semua itu bukan berawal dari keberuntungan atau garis keturunan, melainkan dengan usaha dan kerja keras.
Seperti pepatah mengatakan bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Mahasiswa tidak hanya bisa mengandalkan kepandaian, mengandalkan IPK tinggi lalu dapat dengan mudah terjun ke dalam kabinet pemerintahan, perlu adanya skill leadership dan pengalaman dalam berorganisasi.
Student Government bertujuan mempersiapkan mahasiswa secara matang dengan susunan organisasi dan mekanisme pemilihan yang tidak jauh dengan pemerintahan negara. Hal ini agar mahasiswa dapat berlatih secara matang sebelum benar-benar terjun ke dalam pemerintahan sesungguhnya.
Tulisan ini bermaksud menyadarkan mahasiswa bahwa bukan hanya aspek akademis saja yang terpenting. Seringkali ketika seseorang telah menguasai bidang akademis maka cenderung egois dan tinggi hati yang menyebabkan kejatuhan mereka sendiri. Kunci kesuksesan yang utama terletak pada pengelolaan emosi, bukan sekadar kepandaian.
Kemampuan mengelola emosi dapat terbentuk salah satunya dengan berorganisasi. Dengan seringnya menghadapi berbagai problematika dan perbedaan pendapat, secara tidak langsung emosi dituntut lebih bijak. Bagaimanapun mahasiswa dalam Student Government adalah sosok pemimpin yang harus bisa menaungi semua masyarakatnya dari segala lapisan.
Pada intinya, Student Government akan menjadi monster ketika pelaksanaannya disalahgunakan dan diremehkan oleh sebagian kalangan yang lain. Sebaliknya, Student Government dapat menjadi sahabat ketika pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang berlaku.
Mahasiswa akan menyadari tujuan Student Government untuk membangun karakter mahasiswa. Sehingga mereka lebih bersemangat dalam berorganisasi dan pastinya dengan kejujuran di dalam prosesnya. Dengan Student Government, kemampuan organisasi dan kepemimpinan mahasiswa juga dapat terbentuk tanpa mengabaikan aspek akademik.

Hilyah Maulidiyah
Mhs Ekonomi Syariah
Universitas Islam Negeri Yogyakarta

No comments:

Post a Comment

Hukum Pidana Islam Di Terapkan Di Indonesia

Hukum Pidana Islam Dari Kaca Mata Ke-Indonesiaan             Indonesia adalah Negara kesatuan dari berbagai macam perbedaan dan kera...

Populer