Student Government Pembentuk Karakter
Wadah
organisasi intra mahasiswa dalam kampus disebut Student Government. Kampus sering
diibaratkan seperti miniatur negara, sedangkan fakultas bagai provinsi. Cukup
jelas menggambarkan suatu pemerintahan kecil yang dikelola oleh mahasiswa. Lalu,
perlukah adanya Student Government?
Kiprah
Student Government dalam kampus sangat penting keberadaannya. Gelar “maha” di
depan kata “siswa” bukan hanya sebuah kata tanpa makna, namun memiliki filosofi
yang harus dipahami oleh kaum muda. Apalah artinya mahasiswa jika hanya bisa
mengkritik tanpa memberi solusi.
Apalah guna mahasiswa
jika hanya bisa diam? Lalu untuk apa adanya mahasiswa? Seorang maha di antara
para siswa yang harusnya menjadi pemimpin dan panutan yang baik bagi lainnya.
Mental menjadi benar dan berani, inilah yang sekarang dibutuhkan oleh
mahasiswa, generasi penerus bangsa.
Keberanian
tanpa kebenaran hanya akan menyesatkan dan kebenaran tanpa keberanian hanya
akan dibodohi. Mental berani dan benar ini tidak menjadi bahasan dalam mata kuliah
internal di kampus, pengembangan mental hanya akan terbentuk dari organisasi,
di mana kita harus siap dipimpin dan siap memimpin.
Setiap
mahasiswa adalah pemimpin, pemimpin bagi diri sendiri sebelum dapat memimpin
orang lain. Mahasiswa adalah generasi yang akan menyongsong
masa depan cerah dan menjadi sosok pemimpin yang amanah. Semua itu bukan
berawal dari keberuntungan atau garis keturunan, melainkan dengan usaha dan
kerja keras.
Seperti pepatah mengatakan bersakit-sakit
dahulu, bersenang-senang kemudian. Mahasiswa tidak hanya bisa mengandalkan
kepandaian, mengandalkan IPK tinggi lalu dapat dengan mudah terjun ke dalam
kabinet pemerintahan, perlu adanya skill leadership dan pengalaman dalam
berorganisasi.
Student Government bertujuan
mempersiapkan mahasiswa secara matang dengan susunan organisasi dan mekanisme
pemilihan yang tidak jauh dengan pemerintahan negara. Hal ini agar mahasiswa
dapat berlatih secara matang sebelum benar-benar terjun ke dalam pemerintahan
sesungguhnya.
Tulisan ini bermaksud
menyadarkan mahasiswa bahwa bukan hanya aspek akademis saja yang terpenting. Seringkali
ketika seseorang telah menguasai bidang akademis maka cenderung egois dan
tinggi hati yang menyebabkan kejatuhan mereka sendiri. Kunci kesuksesan yang
utama terletak pada pengelolaan emosi, bukan sekadar kepandaian.
Kemampuan
mengelola emosi dapat terbentuk salah satunya dengan berorganisasi. Dengan
seringnya menghadapi berbagai problematika dan perbedaan pendapat, secara tidak
langsung emosi dituntut lebih bijak. Bagaimanapun mahasiswa dalam Student
Government adalah sosok pemimpin yang harus bisa menaungi semua masyarakatnya
dari segala lapisan.
Pada intinya, Student
Government akan menjadi monster ketika pelaksanaannya disalahgunakan dan
diremehkan oleh sebagian kalangan yang lain. Sebaliknya, Student Government
dapat menjadi sahabat ketika pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang berlaku.
Mahasiswa akan menyadari
tujuan Student Government untuk membangun karakter mahasiswa. Sehingga mereka lebih
bersemangat dalam berorganisasi dan pastinya dengan kejujuran di dalam
prosesnya. Dengan
Student Government, kemampuan organisasi dan kepemimpinan mahasiswa juga dapat
terbentuk tanpa mengabaikan aspek akademik.
Hilyah
Maulidiyah
Mhs Ekonomi
Syariah
Universitas
Islam Negeri Yogyakarta
No comments:
Post a Comment