Tuesday, 28 March 2017

Islam Nusantara

Islam Nusantara Menukil dari perkataan K.H. Aqil siradj pada acara haul masayikh Krapayak, “ Budaya adalah sebagai infrastruktur agama Islam.” Yaitu agama yang bukan hanya membahas persoalan teologi belaka, bukan saja masalah ibadah saja, tetapi islam lebih daripada itu semua. Islam membangun sebuah peradaban budaya, Islam membangun peradaban yang maju, dan Islam membangun hubungan kemanusiaan yang luas dan terbuka. Dalam percontohannya adalah Islam datang di tanah Arab yang di bawa oleh Rasululluah Muhammad, bagaimana Rasulullah membangun peradaban islam yang dimulai dari kota Yastrib (Madinah), tepatnya 450 km utaranya kota makkah. Rasulullah bersama para sahabatnya hijrah, dan berbondong-bondong pindah mendatangi kota madinatul munawwarah, yang tidak lain hanya untuk satu misi membangun peradaban Islam. Karena Rasulullah tidak mungkin bisa membangun suatu peradaban Islam tanpa sebuah tatanan peradaban budaya yang sudah melekat pada masyarakatnya. Dan dari kota inilah Rasulullah menemukan penduduknya yang berkarakter dab berbudaya. Dan dari kota Yastrib inilah yang kelak menjadi basic percontohan peradaban negara-negara di seluruh dunia. Dan di Madinah penduduknya dikenal sebagaia penduduk majemuk yang di huni dari keragamann masyarakatnya. Sedang datang orang-orang muhajirin yang karakternya adalah penduduk yang kaya, pengusaha, pedagang dan lain sebagainya. Dan itu semua di tinggalkannya semata-mata hanya karena ridho Allah dengan mengikuti perintah nabiNya. Dan kedatangan mereka di sambut hangat oleh kaum Anshar, penduduk pribumi Madinah yang telah memiliki budaya dan karakter kemajemukan penduduknya. Dari sini terlihat bagaimana Rasulllah benar-benar bisa membawa semua penduduknya kepada ruang yang terbuka dan universal. Tidak hanya umat islam yang menjadi pengisi kota Madinah, melainkan ada dari penduduk pemeluk yahudi dan pemeluk nasrani. Tetapi mereka semua hidup rukun berdampingan dengan menjunjung tinggi persatuan dan terus melestarikan budaya yang telah ada. Sebagaimana yang telah kita ketahui, dari kota inilah peradaban islam di bangun dan menyebarkan sayap-sayap islam keseluruh penjuru kota di luar kota Madinah dengan kekuatan hubungan keragaman. Terbentuknya piagam madinah sebagai manivestasi kerukunan antar umat beragama, menjadikan pondasi yang kuat untuk menopang kemajemukan itu. Dan juga keragaman karakter penduduknya sungguh telah membawa kepada makna islam yang rahmatan lil alamin. Agama yang benar-benar bisa bisa menjadikan wadah dalam keragaman, kekelompokan, kesukuan, dan perbedaan. Dan agama yang mengayomi seluruh umatnya dari semua sektor, baik sektor sosial, perekonomian, dan keamanan sebuah negara. Dengan piagam Madinah ini juga di sebut-sebut sebagai kosntitusi pertama kali dalam tatanan sebuah Negara. Dari sinilah lahir Islam nusantara, Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Islam yang melestarikan kebudayaan sebagai sarana membangun peradaban Islam di Nusantara ini. Islam yang di kenal ramah, santun dan penuh dengan kasih sayang kepada sesama, dan juga kepada antar keragaman umat beragama, beretnis dan juga bersuku bangsa. Karena sebelum Islam datang dan masuk di nusantara ini, bangsa kita telah menjadi masyarakat yang majemuk, yang mewariskan nilai-nilai budaya dari para pendahulunya. Bagaimana kebudayaan di Indonesia telah mendarah daging kepada seluruh komponen masyarakatnya. Peradaban negara yang di bangun di atas keragaman yang kaya. Dari ribuan pulau dari sabang sampai merauke yang menyambung, mengikat dengan satu tanah air, yaitu tanah air Indonesia. Itulah kenapa dalam hal budaya kita tidak lagi perlu belajar kepada negara-negara islam di timur tengah. Karena karakter itu sudah tertanamkan kepada jati diri bangsa ini, hasil warisan budaya para leluhur kita. Namun boleh saja kita mengambil sisi keilmuan dari negara-negara di timur tengah, seperti Arab, Mesir, Syiria, Lybanon, dan lainnya. Dengan syarat ketika kembali kita tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan yang telah menjadi tradisi dari bangsa ini. Bukan malah membawa kebudayaan dari para negara timur tengah yang tidak sesuai dengan kebudayaan pribumi asli. Disinilah poin penting yang perlu di garis bawahi. Bangsa ini sudah memiliki peradaban budaya yang jauh lebih kaya di banding negara-negara islam di seluruh dunia. Negara yang telah memilik karakteristik masyarakatnya sendiri dalam hidup rukun bersandingan. Dan Islam nusantara adalah islam yang di bangun di atas kekuatan peradaban budaya, Islam yang di bangun di atas kemajemukan masyarakatnya, tanpa harus menghilangkan karakter budaya yang telah menjadi tradisi dari bangsa yang kaya ini. Dan itulah Islam Nusantara yang telah menjadi jorgan paling depan untuk tetap menjaga kerukunan anatar umat beragama yang berbudaya dan berkarakter.

No comments:

Post a Comment

Hukum Pidana Islam Di Terapkan Di Indonesia

Hukum Pidana Islam Dari Kaca Mata Ke-Indonesiaan             Indonesia adalah Negara kesatuan dari berbagai macam perbedaan dan kera...

Populer