=====Si Kecil Itu=====
Dari rahim Ibu pertiwi,
Disinilah ceritaku di mulai,
Dari ayah yang bergelar petani,
Begitulah potret keluarga kami,
Awal Maret yang mencekam,
Dimana mana gencar baku hantam,
Petani, Kyai, Anak kecil semua ditikam,
Dalam hatiku menjerit mengecam,
Angka 01 menjadi identitasku,
Menjadikan sejarah identitasku,
Dengan ekonomi negeri yang semrawut kala
itu,
Rakyat kecil hanya gigit jari dan
menggerutu,
Orde baru adalah penguasa otoriter,
Soehartolah jenderal sang akomodier,
Takhta tertinggi pengatur parlementer,
Menteri, DPR, semua pejabat kebobrokan
linier,
Dari Soeharto untuk negeri,
Dari Negeri untuk kepentingan pribadi,
Dari rakyat untuk rakyat dan kepada
rakyat,
Hanyalah jorgan menutup tipu muslihat,
Kejahatan, Kriminalitas merajalela,
Negeri semakin tak terkendali,
Rakyat kecil hanya tau tahi lalat di
wajahnya,
Orang elit negeri menari injak injak ibu
pertiwi,
Dua tahun sudah nafas menemani,
Puncak kekuasaan hanyalah nafsu diri,
Para Petani tetaplah asyik menanam padi,
Dengan bengkak luka dalam hati,
Aliansi adalah kekuatan baru,
Untuk negeri dengan wajah terharu,
Teteskan air mata menangis sedu,
Lagi-lagi hatiku menjadi pilu,
1998 menjadi sejarah baru,
Catatansejarah penuh darah,
Mahasiswa trisakti menjadi mystery,
Awalperiode baru telah dimulai,
Hingga kini,
Negeri ini tetaplah Indonesia,
Beragam budaya, suku, ras dan agama,
Anehnya, politik menjadikan viral isu
SARA,
Jika dulu ada penguasa otoriter,
Sekarang media massa adalah sutradaranya,
Pengatur dan pembuat sifat sekuler,
Tapi manusia tetaplah harus bersahaja,
Semoga akan abadi,
Jangan ada lagi yang binasa,
Suara kecil keluar dari goa,
Yang sangat rindu kedamaian,
Semoga abadi,
Harapan tak boleh mati,
Visi misi harus terealisasi,
Harapan kami,
Suara dari si anak kecil yang tadi,
Yogyakarta,19 Oktober 2016
No comments:
Post a Comment