Saturday, 18 March 2017

Puisi Kerinduan

~~~~~~ Kerinduan ~~~~~

Aku layaknya manusia kebingungan,
Dengan mata terbuka.
Namun kegelapan menjadi pandanganku.
Dan layaknya orang dungu,
Semu suara hanya berjalan,
Di antara dua telingaku.
Dan fikiranku masih di ombang-ambing.
Di antara belantara dialektika.

Tapi tidak,
Aku masih merasakan getaran nurani.
Aku masih bisa mendengar suara itu.
Oh tidak . . . .
Aku sadar,
Mulutku hanya bisa bungkam,
Tak mampu bersuara sepatah katapun.

Seolah hanya menyisakan hati.


Dan lagi-lagi hatiku bermasalah.
Kurasa. . . . .
Hatiku sakit dalam tekanan kegelapan.
Aku benar-benar telah mati.
Mati dalam penentuan langkah.

Aku dengar lagi nuraniku bicara.
Jemariku masih bergerak,
Dan benar.
Jemariku masih berfungsi.
Dan hanya ini yang bisa kuperbuat.
Menuliskan kerinduan dengan tinta keabadian.

---eRHa---
Yogyakarta, 23 Februari 2017

No comments:

Post a Comment

Hukum Pidana Islam Di Terapkan Di Indonesia

Hukum Pidana Islam Dari Kaca Mata Ke-Indonesiaan             Indonesia adalah Negara kesatuan dari berbagai macam perbedaan dan kera...

Populer