Wednesday, 29 March 2017

Degradasi Nasionalisme




DEGRADASI NASIONALISME
Oleh : Hilyah Maulidiyah

Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri

Lagu karya Alfred Simanjuntak di atas mengingatkan bahwa kitalah generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa. Generasi yang menyongsong masa depan cerah dan menjadi sosok pemimpin amanah. Dan, mahasiswa adalah bagian dari generasi emas bangsa. Mahasiswa lah salah satu elemen yang harus terus bercita-cita mewujudkan bangsa Indonesia ke depan menjadi lebih baik dan menjadi negara yang berprestasi dalam segala hal.
Gelar “maha” dalam kata mahasiswa bukan hanya sebuah kata tanpa makna, namun memiliki filosofi yang harus dipahami oleh puluhan  juta jiwa pemuda negeri ini. apalah makna seorang mahasiswa jika hanya bisa mengkritik tanpa memberi solusi. Apalah makna seorang mahasiswa jika hanya bisa diam ketika mengetahui ketidakadilan tersebar dimana-mana, diam ketika melihat rakyat kesusahan, diam membiarkan oranglain tersiksa.
Tentunya perlu ditanamkan kesadaran sikap nasionalisme sejak dini pada masing-masing pribadi mahasiswa. Dalam perspektif saya, Nasionalisme bukan hanya sebatas pengertian cinta tanah air. Namun juga perlu digaris bawahi bahwa cinta tanah air meliputi cinta terhadap segala dimensi dalam negara tersebut.
Pada faktanya diseputar dunia kampus, banyak mahasiswa yang tidak mempedulikan pentingnya memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Nasionalisme telah mengalami penurunan nilai dikarenakan arus globalisasi yang telah melunturkan budaya dan nilai sosial dan nilai spiritual. Fenomena yang terjadi saat ini mahasiswa lebih bangga menikmati produk asing dibanding dengan produk lokal, bahkan terkadang sebagian dari mereka merasa malu jika belum menjadi penikmat dari produk-produk asing. Mahasiswa cenderung individualistik dan pragmatisme.
Jika kondisi dilematis itu tetap dibiarkan, bukan tidak mustahil degradasi nasionalisme akan mengancam generasi muda sebagai penerus bangsa. Mahasiswa sebagai generasi intelektual bangsa umumnya belum sadar akan ancaman arus global yang terus menerus menggerogoti identitas bangsa.
Saat ini mahasiswa hanya mampu mengkritik gelap, mengkritik tanpa memberi solusi, hanya mampu melakukan aksi demonstrasi yang dalam pandangan saya, kurang mendapat apresiasi dari pihak petinggi negara. Mahasiswa harusnya bisa bergabung dan bersuara dalam koferensi-konferensi lingkup nasional maupun internasional yang dihadiri oleh berbagai pejabat negara. hal itu tidak bisa serta merta kita dapatkan dengan mudah. Sikap nasionalisme yang tinggi akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi pula, sehingga suara kita dapat tersalurkan dengan mudah sebagai bentuk aspirasi untuk negeri ini.
Sikap nasionalisme sebagai pondasi untuk menjaga kultur negeri ini agar tidak mudah terombang-ambing oleh arus global. Mahasiswa harus membuka mata atas setiap perubahan  dan harus sadar bahwa di era teknologi ini penjajahan bukan berupa peperangan ataupun genjatan senjata seperti dulu. Namun penjajahan saat ini diselipkan dalam berbagai hal yang tidak kita sadari.
Harapan besar bangsa ini terletak ditangan mahasiswa. Mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari solusi atas permasalahan masyarakat, mampu membangun opini positif di masyarakat dan mampu menginspirasi masyarakat agar memiliki suatu perspektif positif terhadap masa depan Indonesia yang lebih baik.

No comments:

Post a Comment

Hukum Pidana Islam Di Terapkan Di Indonesia

Hukum Pidana Islam Dari Kaca Mata Ke-Indonesiaan             Indonesia adalah Negara kesatuan dari berbagai macam perbedaan dan kera...

Populer