Sunday, 30 October 2016

Puisi Tentang Luka

Sakit atau Luka

Ujung belati seolah menyisat pedas ulu hati,

Mencekam dalam ngiang atas apa yang dia utarakan,

Menampar deras pada muka kusutku,

Mencerca semua anggota tubuhku yang telah membeku,

 

Aku seolah patung,

Patung yang terjebak dalam jurang kebodohan,

Dan ku tau,

Aku tau,

Jantungku telah berubah,

terkontaminasi oleh perasaan yang telah luluh lantah,

Berantakan bak piring berserakan,

 

Apalah dayaku,

Dia di mataku,

Tak ku temui titik terkecil dalam kesalahan,

 Dia hanya mengurai,

Iya aku harus tau dia lagi mengurai,

Mengurai atas apa yang telah lama terpendam,

Dan paham memahami aku harus tau,

Karna wanita hanya butuh satu perhatian,

Tempat dan waktu untuk bersandar,

Tempat dan waktu untuknya berlabuh,

Dan aku tau,

Dia butuh aku sebagai tempat dia mengadu,

Dan aku tau,

Aku sebagai pelabuhan atas aduannya,,

Aku harus tau itu,

 

Kebijakan adalah kebodohanku,

Di lain sisi kebodohanku,

Aku mengumbar rasa sombong,

Menjadi seorang laki - laki,

Membiarkan debu mengotori dirinya,

Membiarkan kotor dengan keteledoranku,

Dan lagi - lagi aku harus tau,,

Iya aku harus tau diri,

 

Aku hilang arah,

Tak tau arah tujuan,

Hanya ingin merasa terus berbenah,

Dalam kobaran salah yang mendalam,

Melupakan apa yang harus ku lupakan,

Dan membayang lembaran putih yang masih nyata,

Iya masih nyata di depan mataku,

Dan terahir,

 Akan aku lakukan apa yang semestinya kulakukan,

 

 

Yogyakarta, 30 Oktober 2016

No comments:

Post a Comment

Hukum Pidana Islam Di Terapkan Di Indonesia

Hukum Pidana Islam Dari Kaca Mata Ke-Indonesiaan             Indonesia adalah Negara kesatuan dari berbagai macam perbedaan dan kera...

Populer